Kerajinan Penyamakan Kulit

Nyoman

Profil Kisah Sukses

Nyoman Adi Arnaya

Kerajinan Penyamakan Kulit

PMVD: PT Sarana Bali Ventura

“Dari limbah kulit menjadi barang elit, begitulah yang dilakukan Nyoman Adi Arnaya dalam menggeluti bisnisnya. Dengan ketekunannya limbah tersebut dijadikan produk yang memiliki nilai ekonomis tinggi”

Nyoman2

Bagi kebanyakan orang, limbah kulit mungkin hanyalah sampah yang harus dibuang. Namun, di tangan Nyoman Adi Arnaya, limbah kulit ini ternyata bisa menjadi sesuatu yang sangat bernilai. Arnaya awalnya hanyalah seorang pekerja di bidang water treatment di Bali. Namun tragedi Bom Bali telah mengubah jalan hidupnya, karena dia harus kehilangan pekerjaan akibat terpuruknya sektor pariwisata yang menjadi tulang punggung ekonomi Bali.

 

Dalam kegundahannya, Arnaya sering menghabiskan waktu dengan memancing di Pelabuhan Benoa, untuk sekedar refreshing dan meretas kejenuhan. Pada saat itulah Arnaya sering melihat truk lalu-lalang mengangkut limbah ikan. Arnaya berpikir untuk memanfaatkan limbah tersebut menjadi barang yang berharga melalui proses penyamakan, seperti yang pernah dia baca dalam buku mengenai penyamakan kulit Biawak. Sebagai alumni Fakultas Teknik Kimia dan didukung kerja kerasnya akhirnya Arnaya

 

bisa mewujudkan harapannya menghasilkan bahan baku Tas, Sepatu, Ikat Pinggang, Tali Jam dari limbah kulit ikan dan kulit kaki ayam.

 

Kreatifitas Arnaya dibidang penyamakan kulit ini sempat mengantarkannya menjadi pemenang dalam ajang kompetisi Entrepreneur Sampoerna Foundation dan juga memenangkan medali emas Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) bidang kewirausahaan.

 

Sebagai wirausahawan industri kecil yang baru tumbuh, tentu tidak menarik bagi Perbankan terlebih lagi dengan ketiadaan aset yang bisa dijadikan jaminan. Beruntung Arnaya bisa bekerja sama dengan PT Sarana Bali Ventura dan didukung oleh PT Jamkrida Bali Mandara, sehingga bisa memperolah pembiayaan sebesar Rp 50 juta sebagai modal kerja.

 

Saat ini Arnaya sudah bisa memproduksi kulit sebanyak 3.000–5.000 lembar perbulan untuk memenuhi permintaan pasar lokal dan ekspor.

 

Dan diharapkan  omzetnya akan terus meningkat seiring dengan perkembangan pasar. Sebuah bukti luar biasa tentang keberhasilan orang yang mau berusaha dan tak mudah putus asa. Berkat tangan dingin Arnaya, limbah kulit pun berubah menjadi barang elit.

 

Copyright @ 2016 PT. BAV, All Rights Reserved