Regulasi Baru Modal Ventura, BAV Minta Dilibatkan OJK

JAKARTA - PT Bahana Artha Ventura (BAV) menyambut positif rencana Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merevitalisasi industri modal ventura. BAV berharap, sebelum OJK mengeluarkan secara resmi regulasi baru yang mendukung revitalisasi, para pelaku industri dan asosiasi dilibatkan dalam pembahasan.


Direktur Utama BAV, Andi Buchari mengatakan, gagasan OJK untuk merivitalisasi industri modal ventura merupakan bagian dari aspirasi yang disampaikan BAV secara resmi beberapa waktu yang lalu.


"Bahana Artha Ventura sangat mengapresiasi dan mendukung rencana revitalisasi modal ventura oleh OJK dan regulasi baru tentang modal ventura tersebut,” kata Andi, dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Rabu (29/4/2015).

 

Setidaknya ada empat hal yang menjadi perhatian OJK terkait modal ventura, yaitu pertama, perluasan sumber pendanaan perusahaan modal ventura (PMV) yang disesuaikan dengan karakteristik bisnis modal ventura. Kedua, perluasan kegiatan usaha. Ketiga, kebijakan proses divestasi bagi industri modal ventura perlu direvitalisasi. Keempat, penguatan permodalan industri modal ventura.
Andi menjelaskan, rencana revitalisasi tersebut, khususnya terkait peningkatan permodalan PMV dan perluasan kegiaan usaha yang diarahkan pada "back to basic" PMV melalui equity participation, seharusnya didahului dengan penguatan modal PMV yang terafiliasi dengan pemerintah.


"Atau paling tidak diiringi atau bersamaan dengan penguatan permodalan PMV yang terafiliasi dengan pemerintah. Dan penguatan ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi PMV lainnya,” tegas Andi.
Selain itu, tambah Andi, rencana OJK untuk memberlakukan ketentuan modal minimal, BAV mengusulkan diberikan waktu yang cukup bagi PMV existing untuk melakukan penyesuaian. Khususnya untuk PMV daerah, mungkin bisa diberi tenggat waktu 10 hingga 15 tahun. Namun untuk PMV baru dan Asing atau campuran bisa segera diberlakukan.


Andi menambahkan, selain persoalan permodalan banyak hal teknis yang perlu dipersiapkan dan diantisipasi pelaku industri modal ventura terkait rencana revitalisasi tersebut. Hal-hal teknis yang dimaksud, antara lain standar akuntansi, aspek konsolidasi (laporan keuangan) dan aspek perpajakan.


"Untuk aspek konsolidasi, yang kami usulkan agar tidak perlu konsolidasi bagi equity participation PMV ke Perusahaan Pasangan Usaha (PPU) di atas 2 persen, cukup diperlakukan sebagai produk aktiva produktif saja,” ujar Andi.


Untuk mendukung rencana revitalisasi yang diwacanakan oleh OJK tersebut, BAV dan Asosiasi Modal Ventura Indonesia, sedang mempersiapkan pelatihan (workshop) dan focus group discussion (FGD) yang juga akan melibatkan Kamar Dagang dan Industri (Kadin). Diharapkan kegiatan ini akan didukung oleh OJK.


Sumber : metrotvnews.com

Copyright @ 2016 PT. BAV, All Rights Reserved