Industri Modal Ventura Turun Akibat Perlambatan Ekonomi

JAKARTA - Nilai aset industri modal ventura pada kuartal I 2015 mengalami penurunan.

 

Hal ini disebabkan perlambatan ekonomi nasional dan global yang mempengaruhi kinerja sejumlah Perusahaan Modal Ventura (PMV).

 

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), nilai aset industri modal ventura pada kuartal I tercatat turun 3,72 persen menjadi Rp 8,66 triliun, dibandingkan akhir 2014 yang tercatat Rp 8,99 triliun.

 

Sedangkan pembiayaan atau penyertaan modal ke Perusahaan Pasangan Usaha (PPU) tercatat hanya naik tipis 0,65 persen menjadi Rp 6,63 triliun dari Rp 6,59 pada periode yang sama.

 

Deputi Komisioner Pengawas Industri Keuangan NonBank II, Dumoly Pardede mengatakan, perlambatan kinerja industri modal ventura merupakan sesuatu yang normal di awal tahun.

 

“Hampir semua sektor keuangan diawal tahun demikian dan kemudian membaik di kuartal kedua,” ujar Dumoly, Jumat (22/8/2015).

 

Dia mengakui, pertumbuhan industri modal ventura nasional kurang menggembirakan karena sejumlah regulasi yang ketat. Faktor penghambat pertumbuhan lainnya adalah tidak ada insentif jika PMV menjadi promotor untuk perusahaan rintisan (start up).

 

Selain itu, Dumoly menegaskan, banyak perusahaan private equity yang beroperasi secara bebas dan tidak diatur sama sekali.

 

“Juga karena bebasnya berkeliaran private equity company (kegiatannya sejenis) tapi tidak diatur. Hal-hal external itulah yang membuat industrimodal ventura tidak berjalan menggembirakan,” kata Dumoly.

 

Untuk itu, lanjut Dumoly, OJK akan melengkapi dan mengatur industrimodal ventura dengan membuat Peraturan OJK (POJK) baru. Dalam aturan tersebut nantinya akan diatur secara lengkap mengenai industrimodal ventura.

 

"Wacana untuk untuk merevitalisasi industrimodal ventura disampaikan pada bulan lalu," ungkap Dumoly.

 

Ada empat hal yang menjadi perhatian OJK terkait revitalisasimodal ventura, yaitu pertama, perluasan sumber pendanaan Perusahaan Modal Ventura (PMV) yang disesuaikan dengan karakteristik bisnismodal ventura.

 

Kedua, perluasan kegiatan usaha. Ketiga, kebijakan proses divestasi bagi industrimodal ventura perlu direvitalisasi. Keempat, penguatan permodalan industrimodal ventura.

 

Sumber : tribunnews.com

Copyright @ 2016 PT. BAV, All Rights Reserved