Industri Modal Ventura Terdampak Perlambatan Ekonomi

 JAKARTA - Nilai aset industri modal ventura pada kuartal I-2015 mengalami penurunan karena perlambatan ekonomi nasional dan global yang mempengaruhi kinerja sejumlah Perusahaan Modal Ventura (PMV).

 

Deputi Komisioner Pengawas Industri Keuangan NonBank II, Dumoly Pardede mengatakan perlambatan industri modal ventura di awal tahun merupakan hal yang biasa dan sejalan dengan industri keuangan lainnya.

"Hal lainnya, pertumbuhan industri modal ventura nasional kurang menggembirakan karena sejumlah regulasi yang ketat. Faktor penghambat pertumbuhan lainnya adalah tidak ada insentif jika PMV menjadi promotor untuk perusahaan rintisan (start up)," ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (22/5/2015).

 

Berdasarkan data OJK, nilai aset industri modal ventura pada kuartal I tercatat turun 3,72 persen menjadi Rp 8,66 triliun, dibandingkan akhir 2014 yang tercatat Rp 8,99 triliun. Sementara itu, pembiayaan atau penyertaan modal ke Perusahaan Pasangan Usaha (PPU) tercatat hanya naik tipis 0,65 persen menjadi Rp 6,63 triliun dari Rp 6,59 pada periode yang sama. 

Dumoly menuturkan, banyak perusahaan private equity yang beroperasi secara bebas dan tidak diatur sama sekali. “Juga karena bebasnya berkeliaran private equity company tapi tidak diatur. Hal-hal eksternal itulah yang membuat industri modal ventura tidak berjalan menggembirakan,” kata Dumoly.

Sementara itu, Direktur Utama PT Bahana Artha Ventura Andi Buchari mengatakan, untuk memajukan industri modal ventura dibutuhkan berbagai terobosan, baik di sisi regulasi maupun institusi.

Terobosan tersebut diharapkan bisa mendorong lahirnya wirausaha baru, pemberdayaan UMKM dan pembukaan lapangan kerja, sebagaimana misi pendirian modal ventura oleh pemerintah. 

 

“Pembiayaan dari modal ventura juga harus mengarah pada sektor-sektor yang berpotensi mengalami pertumbuhan tinggi agar mampu berperan terhadap perekonomian nasional,” kata Andi.

 

Sumber : kompas

Copyright @ 2016 PT. BAV, All Rights Reserved