Ini Alasan Pemerintah 'Suntik' Modal 4 BUMN Penjamin Kredit Rp 2 T

Jakarta - Hari ini, pemerintah melalui Kementerian BUMN mengajukan permohonan Penyertaan Modal Negara (PMN) kepada 4 BUMN penjamin kredit sebesar Rp 2 triliun kepada Komisi VI DPR. Masing-masing BUMN mengajukan Rp 500 miliar. Empat BUMN tersebut yakni, Perum Jamkrindo, PT Askrindo (Persero), PT Bahana Artha Ventura, dan PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero).

 

Dalam paparannya, Dirut Perum Jamkrindo Diding S Anwar mengatakan, pihaknya membutuhkan PMN karena melihat target penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di 2016 cukup besar mencapai Rp 30 triliun. Jamkrindo termasuk yang menjamin program KUR. "Diberikan untuk 450 UMKM dan 1.700 orang. Maka kami mengajukan PMN Rp 500 miliar," kata Diding dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR, di Ruang Rapat Komisi VI DPR, Senayan, Senin (21/9/2015).

 

Ia menambahkan, struktur modal Jamkrindo Rp 8,6 triliun dengan total aset mencapai Rp 10 triliun. "Dengan laba sampai Agustus Rp 353 miliar," tambah Diding. Sementara Direktur Utama Askrindo, Antonius Chandra mengatakan, sampai 2015 jumlah debitur sudah mencapai 8,6 juta debitur. Pada 2016 pihaknya menargetkan penjaminan KUR Rp 15 triliun. "Makanya diharapkan ada penambahan PMN Rp 500 miliar," katanya.

 

Sementara Dirut Bahana Artha Ventura, Andi Buchari mengungkapkan, total pembiayaan yang telah disalurkannya sudah mencapai Rp 8,3 triliun. Rencananya PMN yang diberikan digunakan untuk memperkuat struktur keuangan perusahaan dan memperkuat dana usaha.

 

"Tanpa PMN profit akan negatif. PMN bisa digunakan untuk sumber dana baru. Kontribusi Bahana Artha Ventura saat ini sudah menciptakan lapangan kerja lebih dari 40.000 pekerja. Kami menargetkan ada tambahan 1,6 juta lapangan kerja baru bila dapat dana PMN tersebut," kata Andi.

 

Andi mengakui, PT Bahan Pembinaan Usaha Indonesia selalu induk usaha Bahana Artha Ventura mengalami defisit aset sejak 2001. Bila PMN ini disetujui, maka ekuitas BAV akan jadi positif. Andi mengatakan, dana PMN Rp 500 miliar tersebut, direncanakan untuk disalurkan kepada 27 perusahaan modal ventura daerah (PMVD) sebesar Rp 350 miliar untuk tambahan modal usaha UMKM.

 

"Masing-masing PMVD berbeda berdasarkan potensi pengembangannya. Sisanya Rp 150 miliar akan disalurkan langsung oleh BAV dalam bentuk pembiayaan usaha," jelasnya. Sedangkan Direktur Utama PT Reasuransi Indonesia Utama, Frans Sahusilawane mengungkapkan, equitas perusahaanya saat ini baru Rp 1,4 triliun, bila dibandingkan perusahaan asuransi lainnya di ASEAN, jumlah tersebut masih lebih kecil bahkan dibandingkan dengan Filipina, apalagi dengan Malaysia dan Singapura.

 

Komisi VI DPR sampai saat ini masih membahas rencana PMN ke empat BUMN ini, dengan rincian PMN untuk Bahana senilai Rp 500 miliar, Askrindo senilai Rp 500 miliar, Jamkrindo senilai Rp 500 miliar dan Reasuransi Indonesia Utama senilai Rp 500 miliar.‎

 

Sumber : detik.com

Copyright @ 2016 PT. BAV, All Rights Reserved