Karakter Usaha Rintisan Jadi Pertimbangan

JAKARTA - Rencana Otoritas Jasa Keuangan yang akan menyusun regulasi pembiayaan bagi pelaku usaha rintisan disambut baik. Modal ventura bisa menjadi alternatif pembiayaan.

Asosiasi Modal Ventura Indonesia (AMVI) berharap penyusunan regulasi memperhitungkan karakter dan perkembangan bisnis dari usaha rintisan (startup).

 

"Karakter usaha rintisan itu berbeda dengan sektor usaha lainnya. Untuk mendirikan usaha rintisan, kreativitas adaptasi teknologi menjadi kunci. Karena menggunakan teknologi merupakan bagian dari nilai tambah, perkiraan risiko bisnis juga lebih tinggi," ujar Ketua AMVI Agus Wicaksono kepada Kompas, Jumat (2/10), di Jakarta.

Ia mencontohkan, usaha rintisan di bidang perdagangan secara elektronik membutuhkan sistem keamanan pembayaran, data, dan infrastruktur teknologi informasi komunikasi. Di sisi lain, model bisnis tersebut mampu menjangkau konsumen dari sejumlah daerah.

"Oleh sebab itu, dukungan sumber dana harus sesuai dengan karakter. Pendanaan bersifat jangka panjang dan penyalur dana bersedia memikul risiko bisnis," tambah Agus.

 Saat ini, di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terdaftar 60 perusahaan modal ventura. Sebanyak 49 perusahaan di antaranya tercatat sebagai anggota AMVI. Saat ini, OJK juga tengah berencana merevitalisasi peran dan kapasitas perusahaan modal ventura.

 Modal ventura adalah suatu investasi dalam bentuk pembiayaan berupa penyertaan modal untuk perusahaan swasta sebagai pasangan usaha untuk jangka waktu tertentu.

Sementara itu, model pendanaan untuk usaha rintisan di Indonesia berkembang pesat, ditandai dengan pendirian sejumlah perusahaan pembiayaan, baik lokal maupun asing. Ada yang mendapatkan modal dari luar negeri kemudian disalurkan kepada usaha rintisan lokal.

Pendiri Kinara, Dondi Hananto, yang ditemui Kompas di sela-sela acara Indosat IDByte 2015, menceritakan, konsep perusahaannya adalah venture fund. Perusahaan berbentuk perseroan terbatas itu berdiri sejak 2011.

"Investasi kami lebih menyasar kepada usaha rintisan dari beragam sektor, mulai dari agrobisnis, pendidikan, hingga lingkungan. Dalam memilih usaha rintisan, kami mengutamakan model bisnis yang mampu memberikan dampak sosial ekonomi tinggi," ujar Dondi.

Suntikan modal berkisar 100.000-500.000 dollar AS. Saat ini Kinara memiliki enam usaha rintisan binaan.

Dondi menjelaskan, proses mendapatkan perusahaan rintisan yang mau didanai biasanya berlangsung melalui pertemuan informal. Namun, tim Kinara tetap menilai proposal proyek usaha dari pelaku usaha rintisan tersebut.

Head of Media and Partnership PT Global Digital Prima Ossy Indra Wardhani menyebutkan, usaha rintisan yang didanai antara lain oleh InfoKost. Usaha itu berhasil melebarkan bisnis hingga ke Kalimantan.

 

Sumber : Kompas

Copyright @ 2016 PT. BAV, All Rights Reserved